Tuesday, July 26, 2016

Jalan-Jalan Sains: Kennedy Space Center NASA, Florida


Awal musim panas tahun ini (2016) Pak Koko dan keluarga berkesempatan untuk jalan-jalan dan belajar sains ke Kennedy Space Center NASA di negara bagian Florida, Amerika Serikat. NASA (National Aeronautics and Space Administration) adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi program-program dan penelitian tentang luar angkasa. NASA serupa dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) di Indonesia yang juga mengerjakan program dan penelitian luar angkasa Indonesia, seperti peluncuran satelit, roket, dll. Silakan cek http://www.lapan.go.id/ tentang LAPAN dan hal-hal menarik apa saja yang telah dan sedang dilakukan para peneliti luar angkasa Indonesia. Pak Koko pernah masuk ke gudang roket dan misil milik LAPAN loh. Juga ke tempat peluncuran roketnya di Bogor. Keren!

Bagaimana dengan NASA yah? Ada apa saja di sana? Program dan penelitian luar angkasa seperti apa yang dilakukan NASA dengan teknologi canggihnya? Yuk, simak cerita jalan-jalan sains Pak Koko di Kennedy Space Center NASA.







***

Rocket Garden

Rocket Garden
Rocket Garden, atau Taman Roket, menyambut kedatangan kami di Kennedy Space Center NASA. Rocket Garden menampilkan berbagai macam roket buatan NASA yang pernah diluncurkan dalam misi-misi luar angkasa Amerika. Roket pertama yang diluncurkan NASA adalah roket tanpa awak (manusia). Tujuannya untuk menguji apakah manusia dapat meluncurkan roket ke luar angkasa dengan aman. Setelah itu, barulah roket-roket berikutnya diluncurkan ke luar angkasa untuk berbagai macam misi dan tujuan. Misalnya, roket Apollo yang diluncurkan untuk misi ke Bulan dan membawa manusia hingga menginjakkan kaki di Bulan. Masih banyak lagi roket-roket lainnya di Rocket Garden. Tim NASA memandu para pengunjung dengan memberikan penjelasan mengenai setiap roket yang ada disana. Kita juga bisa bertanya apapun pada mereka loh tentang roket.


Di tempat ini kamu bisa bertemu dengan Astronot

Astronaut Encounter
Siapa mau jadi Astronot? Di Kennedy Space Center, ada tempat yang bernama Astronaut Encounter. Di tempat ini, kita bisa bertemu langsung dengan astronot yang sudah pernah ke luar angkasa dan kembali lagi ke Bumi dengan selamat loh! Wah, keren ya. Para veteran astronot ini sudah pensiun dari misi luar angkasanya. Tapi semangat mereka untuk ilmu sains luar angkasa tak pernah padam. Oleh karena itu, para veteran astronot ini hadir di Astronaut Encounter untuk bercerita kepada pengunjung tentang pengalaman mereka mulai dari pelatihan menjadi astronot, berangkat ke luar angkasa, hidup dan melakukan penelitian di luar angkasa, hingga mendarat kembali di Bumi dengan selamat. Sembari bercerita, mereka dengan bangganya menunjukkan foto-foto dan video selama mereka menjadi astronot. Seru sekali! Kita juga bisa bertanya apapun kepada astronot ini, misalnya bagaimana cara astronot makan dan minum di luar angkasa? Seperti apa rupa Bumi jika dilihat dari luar angkasa? Dan masih banyak lagi. Setelah bercerita dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pengunjung yang penasaran dengan luar angkasa, astronot ini juga berbaik hati untuk menyempatkan diri berfoto dengan setiap pengunjung. Pak Koko akhirnya bisa berkenalan dan foto bersama astronot! Hehe.

Saat kami kesana, astronot yang berbagi cerita adalah Charlie Walker. Sejak kecil, Pak Charlie bermimpi menjadi astronot. Beliau pernah mendaftar Kelas Astronot NASA setelah 7 tahun lulus kuliah. Tapi beliau tidak diterima, karena saat itu beliau tidak sedang bekerja untuk universitas manapun, dan belum memiliki gelar S3, doktor atau Ph.D. Pak Charlie tidak menyerah, beliau kemudian bekerja pada perusahaan yang membuat alat-alat untuk misi luar angkasa. Setelah bertahun-tahun bekerja, Pak Charlie ditunjuk oleh perusahaannya untuk pergi ke luar angkasa bersama NASA sebagai insinyur pengendali sistem elektroforesis di pesawat luar angkasa. Beliau adalah warga sipil pertama yang menjadi astronot dan pergi ke luar angkasa tanpa harus bekerja di NASA. Tapi NASA membutuhkan keahliannya sebagai insinyur. Pak Charlie kini sudah 3 kali bolak-balik ke luar angkasa untuk mengerjakan misi yang berbeda di tahun yang berbeda. Hebat yah Pak Charlie, karena tidak pernah menyerah, akhirnya mimpi dan cita-cita Pak Charlie sedari kecil untuk menjadi astronot dan pergi ke luar angkasa tercapai! Pak Charlie saat ini bertugas di Kennedy Space Center untuk menginspirasi anak-anak dan generasi muda agar mencintai sains dan luar angkasa. Juga untuk berani bermimpi setinggi-tingginya.


Astronot Charile Walker sedang berbagi pengalaman ke luar angkasa 


Space Shuttle Atlantis
Di dalam Kennedy Space Center, ada gedung atau wahana Space Shuttle Atlantis. Atlantis merupakan nama pesawat ulang-alik milik NASA yang selama 30 tahun digunakan untuk pulang-pergi ke luar angkasa menjalankan berbagai macam misi NASA. Gedung atau wahana Space Shuttle Atlantis ditandai dengan model peluncur roket ukuran besar berwarna oranye di depan gedungnya. Masuk ke dalam gedung, pengunjung disuguhkan film tentang Atlantis dan misi-misi luar angkasa yang berhasil dijalankannya. Film disuguhkan dengan teknologi multimedia yang canggih. Setelah film selesai, layar film di angkat. Di balik layar terpampang ruangan besar berisi pesawat Atlantis! Wah! Besar sekali. Bukan miniatur.



Roket yang digunakan untuk meluncurkan Pesawat Atlantis


Kita bisa melihat dengan jelas setiap sudut pesawat Atlantis. Bisa juga masuk ke dalam kabin pengendali pesawat Atlantis. Bermacam simulator berteknologi canggih juga ada di gedung ini. Kita dapat memainkan simulator-simulator tersebut seakan-akan kita sedang berada di luar angkasa dan menjalankan misi NASA. Misalnya, simulasi berjalan di luar angkasa sambil menangani masalah-masalah mesin pesawat dari luar pesawat. Dan masih banyak simulator lainnya.


Shuttle Atlantis yang digunakan untuk menjalankan misi luar angkasa NASA selama 30 tahun

Selama 30 tahun menjalankan misi luar angkasa NASA, pesawat Atlantis berhasil menorehkan prestasi gemilang, diantaranya membantu pembangunan stasiun luar angkasa internasional (ISS – International Space Station) dan membantu peluncuran dan pemeliharaan Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Teleskop Luar Angkasa Hubble diluncurkan dari Bumi dan di letakkan di luar angkasa untuk meneliti benda-benda luar angkasa dengan lebih jelas dan lebih dekat (dibandingkan dari permukaan Bumi). Berbagai macam hasil penelitian dan penemuan luar angkasa tak lepas dari jasa Teleskop Luar Angkasa Hubble ini loh. Hebat yah. Replika teleskop Hubble dapat dilihat di gedung Space Shuttle Atlantis ini.

Selain teleskop Hubble, pesawat Atlantis juga membantu pembangunan International Space Station (ISS) di luar angkasa. ISS adalah stasiun luar angkasa internasional, gabungan dari berbagai macam negara. Jadi di ISS, kita bisa menemukan gerbong milik Amerika, gerbong milik Jepang, gerbong milik Rusia, dan negara lainnya. Setiap negara melakukan bermacam-macam penelitian luar angkasa di gerbongnya masing-masing. Iya, ada para astronot peneliti/ilmuwan dari berbagai negara yang hidup dan bekerja di luar angkasa, tepatnya di ISS! Tapi, jangan bayangkan ISS adalah gedung berlantai seperti halnya tempat kerja manusia di Bumi. Para astronot ini bekerja di gerbong-gerbong atau kapsul-kapsul yang saling terhubung satu sama lain. Nah, di gedung Space Shuttle Atlantis ini kita bisa masuk dan menelusuri lorong-lorong kapsul ISS!

Shuttle Launch Experience
Seperti apa ya rasanya jadi astronot? Apa yang terjadi pada astronot saat roket atau pesawat ulang-alik diluncurkan dari Bumi menuju ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi? Bagaimana astronot hidup di dalam pesawat luar angkasa?


Mengantri untuk merasakan simulasi pelatihan astronot


Pak Koko penasaran dengan itu semua. Beruntung, di Kennedy Space Center kita dapat merasakan beberapa pengalaman menjadi astronot di wahana Astronaut Training Simulator, atau simulasi latihan astronot. Di sini, kita akan di bawa masuk ke dalam ruangan berbentuk kapsul berisi tempat duduk dengan pengaman (seperti tempat duduk Roller Coaster). Komandan NASA masuk untuk menjelaskan langkah demi langkah peluncuran roket atau pesawat luar angkasa. Iya, kita menjadi astronotnya! Saat alarm berbunyi, kita bergegas masuk ke kabin, menempati tempat duduk, dan mengencangkan pengaman. Sesaat lagi kita akan terbang ke arah atas! Posisi duduk diputar ke arah atas. Menghadap langit-langit. Seperti ketika kita naik Roller Coaster yang menanjak atas.

Roket atau pesawat luar angkasa akan meluncur dalam hitungan mundur. 3…2…1…! Selama beberapa menit, kita akan merasakan kekuatan gravitasi yang mendorong tubuh kita dengan kuat ke sandaran kursi seraya pesawat meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi menjauhi Bumi. Beberapa saat kemudian, kita akan merasakan sensasi kehilangan berat ketika berada di luar angkasa tanpa gravitasi. Untuk sesaat, kita merasa ringan seperti kapas yang melayang di kursi. Lalu, salah satu pintu/jendela pesawat dibuka sehingga muncul pemandangan bola biru yang terbalut awan-awan putih dengan latar belakang hitam gelap. Iya, itulah wajah Bumi yang setiap hari dilihat astronot dari luar angkasa. Luar biasa indahnya.

Tips: apabila berkunjung ke Kennedy Space Center, usahakan masuk ke Shuttle Launch Experience terlebih dahulu, karena antrian wahana ini cukup panjang bila hari semakin siang dan semakin banyak pengunjung.

Journey to Mars


Pekerja NASA memberikan penjelasan mengenai misi ke Planet Mars

Perjalanan manusia (astronot) untuk menjelajah luar angkasa demi memperdalam pengetahuan tentang dunia sudah berlangsung sejak lama. Mulai dari pendaratan di bulan, peluncuran satelit, teleskop, hingga pembangunan stasiun luar angkasa internasional. Lalu, apa sih misi luar angkasa NASA yang sedang berlangsung saat ini?

Jawabannya adalah penjelajahan ke planet Mars!

Tentu saja Kennedy Space Center menyediakan gedung atau wahana tersendiri yang khusus berisi tentang penjelajahan ke planet Mars. Kita akan disuguhkan presentasi multimedia tentang apa saja kegiatan yang sedang dijalankan NASA dalam penelitian planet Mars. Berbagai macam kendaraan darat (Mars Rovers) yang digunakan NASA di planet Mars ada disini. Lengkap dengan film dan penjelasan cara kerja serta kegunaan masing-masing kendaraan. Tak lupa, ada bermacam permainan interaktif dan simulator alat-alat canggih yang digunakan dalam misi planet Mars. Diantaranya, simulasi pengendalian kendaraan dalam orbitnya dan pendaratan kendaraan di permukaan planet. Menurut NASA, kedua keterampilan ini sangat dibutuhkan oleh para astronot masa depan.

Setelah mengeksplorasi wahana planet Mars ini, kita akan mendapat kesan bahwa perjalanan ke luar angkasa di masa depan tidak hanya bergantung pada teknologi-teknologi baru dan canggih, tapi justru sangat bergantung pada semangat petualangan dan inovasi para manusia (astronot) nya. NASA tengah mencari astronot masa depan. Berbagai macam peran astronot disuguhkan di dalam wahana ini. Mulai dari insinyur, ilmuan sains, dokter, ahli tanaman, dan lain lain. Harapannya, melalu wahana ini, generasi muda mulai tumbuh keinginannya untuk menjelajah luar angkasa dengan berbagai macam peran. Jadi, apapun profesimu, kamu bisa pergi ke luar angkasa menjadi astronot. Seru kan?

Alat yang digunakan untuk menjelajah Planet Mars

Alat yang digunakan untuk menjelajah Planet Mars

Theater IMAX
Mau nonton serunya perjalanan para astronot ke luar angkasa? Mau tau apa saja yang telah dan sedang dilakukan para astronot NASA baik di luar angkasa maupun di Bumi?

NASA memiliki gedung teater IMAX 3 dimensi. Katanya, teater NASA ini adalah satu-satunya di dunia yang memiliki layar IMAX kembar. Jika kamu pernah menonton film di teater IMAX yang layarnya besaar. Teater NASA layarnya 2 kali lebih besar lagi. Lengkap dengan teknologi 3 dimensi. Wow.

Saat kami berkunjung, film yang diputar adalah The Journey to Space, atau Perjalanan ke Luar Angkasa. Ini adalah film dokumenter tentang rencana penjelajahan luar angkasa NASA saat ini dan di masa depan. Bukan lagi bercerita tentang sejarah keberhasilan dan kegagalan perjalanan ke luar angkasa di masa lalu, justru NASA memilih untuk menunjukkan rencana ekspedisi luar angkasa mereka di masa depan. Berbagai macam misi sedang disiapkan di kantor-kantor NASA di Bumi. Kita akan melihat bagaimana astronot-astronot sedang berlatih dan menguji berbagai macam penelitian untuk dilaksanakan di luar angkasa, tepatnya di planet Mars. Ada ahli biologi, ahli kimia, ahli fisika, dan lain-lain yang melakukan penelitian berbeda-beda namun tujuannya sama. Yaitu, membuat planet Mars menjadi tempat yang bisa dihuni oleh manusia. Ahli biologi bertugas menumbuhkan tanaman dan binatang di planet Mars yang saat ini masih gersang. Ahli kimia bertugas mengubah permukaan dan atmosfer planet Mars menjadi ramah manusia seperti Bumi. Dan seterusnya. Setiap profesi memiliki perannya masing-masing. Film diakhiri dengan undangan kepada generasi muda untuk ikut bergabung dalam penjelajahan luar angkasa ke planet Mars dan misi lainnya yang membutuhkan orang-orang pemberani dan kreatif. Orang-orang itu bisa jadi ada diantara kita semua.

Junior Astronauts (for children)
NASA tahu betul caranya menyalakan api semangat dan ketertarikan generasi muda terhadap luar angkasa. Khusus untuk balita dan anak-anak kecil, ada arena tersendiri yang diberi nama Junior Astronauts, atau astronot cilik. Ini adalah arena bermain untuk anak-anak bertema luar angkasa. Misalnya, tanjakan roket, terowongan luar angkasa, panjat tebing di bulan, perosotan asteroid, dan bermacam permainan anak lainnya. Sambil bermain, NASA membuat anak-anak merasa bahwa mereka sedang melakukan petualangan di luar angkasa.

Kennedy Space Center Tour (KSC Tour)


Bis yang mengantarkan pengunjung mengitari komplek NASA

Kennedy Space Center sangat luas. Yang kami kunjungi hanyalah visitor complex atau area pengunjung. Masih ada area pengendalian roket dan alat-alat luar angkasa, area peluncuran roket, area pembuatan roket dan kendaraan luar angkasa, dan masih banyak lagi area dan gedung-gedung lainnya yang memiliki fungsinya masing-masing.
Untuk menuju ke area-area tersebut, NASA menyediakan bus khusus untuk berkeliling di wilayah mereka yang luas. Tur dengan bus ini gratis, dan bus selalu ada setiap 15 menit sekali.


Bagian roket Apollo Saturn V yang digunakan untuk ke bulan


Bus berhenti di Apollo/Saturn V Center. Ini adalah gudang penyimpanan roket Apollo Saturn V yang bersejarah membawa manusia menginjakkan kaki di Bulan. Apollo Saturn V juga merupakan roket terbesar yang pernah dibuat. Di tempat ini juga kita bisa melihat dan menyentuh batuan yang dibawa langsung dari Bulan. Menurut NASA, ini adalah satu-satunya tempat di dunia dimana kita bisa benar-benar menyentuh batuan bulan, bukan hanya melihat batuan yang dipajang.



Selain di gudang penyimpanan Apollo, bus tidak berhenti di area-area spesial lainnya yang disebutkan sebelumnya di atas. Kita hanya bisa melihat gedung-gedung dan area-area tersebut dari dalam bus. Jika ingin berhenti dan masuk ke dalam area khusus tersebut (pegendalian roket dan alat luar angkasa, peluncuran roket, pembuatan atau perangkaian roket, dan lain lain), kita perlu membeli tiket spesial tambahan.

Karena waktu kami terbatas, kami tidak sempat menjelajahi Kennedy Space Center lebih dalam ke area-area khusus tersebut dalam satu hari.

Space Shop
Tentu saja kunjungan ke Kennedy Space Center belum terasa lengkap jika belum diakhiri dengan berbelanja oleh-oleh atau pernak-pernik di toko luar angkasa NASA. Bermacam barang yang berhubungan dengan luar angkasa ada disini. Kita bisa juga membeli pakaian astronot lengkap dengan helm dan alat-alat lainnya. Menurut NASA, toko ini adalah toko bertema luar angkasa terbesar di dunia. Koleksi barangnya banyak sekali.
---

Nah, demikian jalan-jalan sains Pak Koko dan keluarga ke Kennedy Space Center. Dokumentasi videonya dapat ditonton di atas. Jika teman-teman ada kesempatan dan sedang berada di Amerika, tidak rugi jika menyempatkan diri jalan-jalan sambil belajar tentang luar angkasa di Kennedy Space Center NASA.



Selamat bermain!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...